Menuju Perguruan Tinggi

Masa Putih Abu-Abu tentu pasti akan berakhir, tapi tidak untuk menuntut ilmu. Ada yang memilih belajar sendiri dan ada yang memilih untuk lanjut di perguruan tinggi. Namun Bagi mereka yang akan lanjut ke perguruan tinggi, kini mereka tidak hanya di cemaskan oleh hasil ujian akhir nasional, namun juga dicemaskan apakah kampus yang mereka akan pilih adalah pilihan terbaik untuk menuntut ilmu.

Kenalin aku Waliyu Rachman tapi biasa di panggil wawan. Dulunya aku juga seorang mahasiswa dengan program 3 tahun. Adapun tujuan aku menulis kali ini yaitu aku bakal berbagi tentang bagaimana memilih jurusan dan sudut pandang aku tentang kampus negri dan swasta berdasarkan pengalamanku. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan buat kalian yang khususnya akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Memilih Jurusan

Singkat cerita, dulu nih waktu aku masih seorang Title Hunter atau yang mereka sebut Mahasiswa, ada sebuah ucapan yang sering di lontarkan oleh mereka yang tidak kuat menjalani hari hari perkuliahan. Adapun ucapan itu adalah Aku Salah Jurusan.

Salah Jurusan ini dampaknya sangat merugikan, mulai dari absensi kehadiran yang minim sampai ada yang langsung memutuskan untuk tidak datang kembali ke perguruan tinggi atau bisa di bilang BERHENTI.

Bicara salah tentu ada penyebabnya, untuk salah jurusan sendiri penyebabnya pun beragam, mulai dari memilih jurusan yang ikut ikutan teman, iseng coba coba ataupun jurusan yang di pilihkan orang tua (tidak sesui keinginan).

Gimana, mau jadi salah satu dari mereka? jangan sampai ya, Kasian waktunya kebuang sia sia. Jadi saran aku buat kamu yang akan masuk ke perguruan tinggi, coba deh kenali dulu apa potensi diri kalian, setelah itu pilih jurusan yang rasanya itu cocok atau sesuai dengan potensi yg kamu punya agar kelak nanti kedepannya materi dari jurusan tersebut tidak menjadi boomerang yang akan menjatuhkanmu di tengah perjalanan dalam menutut ilmu di perguruan tinggi.

Memilih Kampus

Ada satu hal yang notabenenya tidak kalah penting setelah kita menentukan jurusan, yaitu memilih Kampus. Berikut adalah beberapa persepsi yang aku jabarkan berdasarkan sudut pandang aku dalam membedakan PTN dan PTS

A. Kenapa pilih Perguruan Tinggi Negri (PTN)?

Pada suatu hari, di sekolah pada jam istirahat pertama.

“Eh mawar, lu jadi ikutan SBMPTN? kenapa gak ambil swasta aja bareng gue? ribet amat, mau kuliah aja pake seleksi macam Indonesian Idol”

“yaelah, negri dong! lebih bagus dari swasta. Kampus negri gitu loh, pinter pinter masa depan cerah” Jawab mawar, salah satu siswa SMK kelas XII jurusan menghayal

Engga gitu juga kali mbak mawar, dengan berhasilnya siswa masuk PTN tidak menjamin masa depan juga bakal lebih baik, akan tetapi PTN menawarkan reward yang menarik. Adapun rewardnya adalah

  1. Biaya Bersahabat. Mahal dan murahnya biaya kuliah itu sebenarnya relatif, namun biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negri cenderung lebih murah dari Swasta.
  2. Reputasi dan Fasilitas Terjamin. Oh, jadi ini alasannya. Pantas saja orang tua ku dulu suka sedikit memaksa untuk masuk ke PTN. Dengan status kamu sebagai lulusan PTN nantinya tentu saja kamu akan lebih di mudahkan dalam mencari pekerjaan.

B. Pilih Swasta tapi tidak asal pilih.

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak semata mata menjadi alternatif bagi mereka yang gagal masuk ke Perguruan Tinggi Negri, namun dapat juga di jadikan pilihan utama dalam memilih perguruan tinggi.

Eh, memang ada ya swasta yang lebih baik dari perguruan tinggi?

Banyak dong! Ada Universitas Bina Nusantara, Universitas Islam Indonesia, Muhammadiyah Malang dan tentunya masih banyak lagi. Berikut tips memilih Perguruan Tinggi Swasta dari sudut pandang aku.

1. Akreditasi PTS Minimal B.

Sebelum kita masuk ke pembahasan, yuk kenalan dulu sama apa itu Akreditasi. Akreditasi adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan swasta atau gampangnya bisa di sebut kualitas. Akreditasi yang aku tau sampai saat ini ada 3, yaitu A, B dan C.

Lalu kenapa akreditasi itu begitu penting? karena dari akreditas tersebut lah kita tau, bagaimana kurikulum dari setiap program pendidikan, kesiapan administrasi, prasarana pendidikan, tenaga pendidik dan hal hal penting lainnya dalam sebuah perguruan tinggi.

Bukan hanya itu, akreditas juga berperan penting lo saat kamu menjadi job sheeker, terutama untuk melamar pekerjaan di perusahaan ternama. Biasanya nih mereka memberi syarat minimal yaitu “lulusan universitas dengan akreditas minimal B” untuk melamar pekerjaan di peruhaan mereka.

2. Mengetahui Akreditasi jurusan yang akan kamu pilih.

Selain akreditasi Perguruan Tinggi, ada juga yang namanya akreditasi jurusan dan pastinya tidak kalah penting juga. Sebagai Contoh, Universitas Indo memiliki Akreditasi A, namun jurusan yang kamu minati ternyata akreditasinya C. Wah rugi dong kalau begini.

So, pastikan ya akreditasi jurusan yang kamu akan pilih juga punya akreditasi yang tidak kalah baik dengan akreditas perguruan tinggi kamu (minimal B) dengan cara lebih teliti dalam penggalian informasi tujuan PTS kamu.

Nah, kurang lebih begitulah sedikit tentang PTS dan PTN. Jika ingin biaya yang cenderung lebih murah dengan fasilitas negara, silahkan ikuti seleksi masuk PTN dan jika ada PTS pilihan mu yang di rasa lebih baik dari PTN langsung aja pilih, why not. Akan tetapi PTN maupun PTS itu pada dasarnya semua sama kok, yang membedakan nanti adalah niat kamu dalam belajar saat di perguruan tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *